Berjalannya Program Community Development (CD) tidak lepas dari program evaluasi, agar arah dan tujuan dari program tersebut tidak melenceng. Beberapa program yang telah berjalan dan telah di evaluasi antara lain:

- Kelompok Karet Unggul dan Sifat Pemberdayaan
Pendekatan kegiatan dengan mengejar target yang disebabkan adanya sistem tender dalam pelaksanaan pemberdayaan masyarakat, menyebabkan ada kelemahan dalam hal penyediaan bibit karet dan fasilitas yang berhubungan dengan pembibitan tersebut, seperti berkurangnya faktor seleksi bibit, keterlambatan distribusi ke petani, ketersediaan polibek dan sosialisasi kepada kelompok tani.
Dengan kondisi yang demikian akan mengkhawatirkan tujuan pendekatan pemberdayaan petani karet menjadi terhambat karena program ini meniadakan aspek perencanaan pengelolaan program oleh dan dari petani sendiri.

- Microfinance Sebagai Upaya Pencitraan
LKM sebagai lembaga keuangan mikro yang dibentuk, dengan indikator perkembangan "sangat pesat." Itu sebabnya diskusi untuk membentuk "payung" bagi LKM-LKM yang ada mulai mendapat perhatian.
Apabila target grup LKM tetap pada kelompok masyarakat menengah bawah atau grass root, maka semestinya kelembagaan Microfinance sudah dapat keluar dari posisi seperti sekarang. Nampaknya dengan posisi LKM BBM tidak dapat mengangkat citra kelembagaan ini sebagai bagian dari program Commdev PT Adaro Indonesia.
Itu Sebabnya dengan mengubah LKM Banua Bauntung Microfinance (BMM) seperti halnya lembaga LKM pada umumnya menjadi Adaro Microfinance misalnya dapat digunakan sebagai cara membangun pencitraan yang baru bahwa keterlibatan program Commdev dalam pemberdayaan sektor pembiayaan bagi UKM menengah ke bawah.
Sementara untuk jangka panjang, kehadiran lembaga yang menjadi payung hukum Microfinance perlu mendapat perhatian sebagaimana halnya lembaga perkreditan untuk melayani kelompok menengah atas.

- Hasil Kerajinan dan Pusat Pemasaran
Dalam banyak hal dijumpai adanya sejumlah kelompok sasaran yang cukup berhasil membuat produk seperti kelompok pengrajin gula aren, kelompok pembuatan kerupuk ikan dan kelompok anyaman rotan. Akan tetapi dalam konteks produksi ini pula secara khusus pada kelompok anyaman rotan diketahui sejumlah kendala yang dihadapi baik secara kelembagaan maupun usaha pemasaran hasil produksi.
Kelompok pengrajin rotan di Desa Mengkatip misalnya dengan jarak tempat produksi yang cukup jauh dari pusat pasar menyebabkan upaya kelompok untuk menambah kuantitas produksi terhambat.
Oleh karena itu, dengan memanfaatkan jaringan kelompok dan tempat usaha yang ada dan menjadi bagian dari program Commdev ini, produk anyaman rotan ini dapat dijadikan sebagai tempat pemasaran.

- Program Beasiswa
Program Beasiswa Tingkat Perguruan Tinggi Program CD Adaro - Pama Tahun 2007 nampak belum menunjukkan kriteria penerimaan, sehingga ada kesulitan untuk menentukan outcome yang diperoleh dari pemberian beasiswa ke Perguruan Tinggi. Sudah seharusnya ada kriteria penerima beasiswa. Apa yang diharapkan dari penerima beasiswa?
Penting untuk dievaluasi terhadap pertimbangan memberikan memberikan beasiswa seperti:
1. Mahasiswa kurang mampu.
2. Mahasiswa berprestasi
3. Mahasiswa aktivis
4. Mahasiswa berkarya
5. Mahasiswa berdasarkan asal usul daerah (putra daerah)

- Community Service
Bantuan sarana ibadah, jalan, jembatan, sarana sekolah penting untuk melihat manfaatanya di masyarakat. Penting untuk mengukur seberapa besar kontribusinya untuk meningkatkan jumlah image.

- Pembentukan Jaringan Program Antar Wilayah
Data lapangan memberitahukan petunjuk penting bahwa, program Commdev memerlukan penanganan yang lebih menyeluruh yang disebabkan semakin kompleknya permasalahan yang dihadapi, luasnya jangkauan kegiatan, jumlah waktu yang tersedia maupun jumlah kelompok dampingan yang semakin bertambah.
Pembentukan jaringan Kabupaten di bawah satu Sub Departemen Monitoring dan Evaluasi di bawah Departemen CSR PT Adaro Indonesia diraskan semakin mendesak. Diperlukan seorang koordinator yang mempunyai tugas untuk menghidupkan jaringan program Commdev dan sekaligus akan berdekatan langsung dengan kelompok dampingan dan program sehingga dengan fungsi ini program Commdev akan diketahui dengan lebih rinci mulai dari tahap perencanaan, proses dan pelaksanaan di lapangan yang berada di bawah Departemen Community Development PT Adaro Indonesia.


http://ads2.kompas.com/layer/adaro/index.php/news/read/228/Hasil%20Evaluasi%20CommDev%20PT%20Adaro%20Indonesia.


CSR dan lingkungan

Sebagian perusahaan saat ini telah mempunyai pemikiran bahwa CSR adalah alat yang mampu mewujudkan kelancaran bisnis dan memicu peningkatan profit. Khusus untuk perusahaan pertambangan, kegiatan CSR khususnya lingkungan harus menjadi perhatian utama.

Kegiatan pertambangan batu bara menurut beberapa LSM peduli lingkungan adalah kegiatan eksplorasi yang paling merusak lingkungan. Sebagai bukti yang paling sering ditemui adalah pada awal pembukaan lahan eksplorasi, sebuah wilayah harus digali hingga kedalaman tertentu yang secara otomatis harus memangkas hutan dan secara otomatis juga dapat merusak kesuburan tanah dan fauna, belum lagi masalah pencemaran air dan polusi debu serta suara.

Program Com-Dev PT Adaro Indonesia
Sadar akan dampak negatif yang ditimbulkan, PT Adaro Indonesia melalui program Comunity Development-nya memasukan program rehabilitasi lingkungan ke dalam rancangan program utama. Program community development yang berorientasi pada lingkungan mempunyai misi utama yaitu menjadikan wilayah yang sebelumnya dieksplorasi menjadi wilayah yang kembali asri dan produktif.

Keseriusan PT Adaro Indonesia ini dibuktikan dengan dibangunnya tempat pembibitan beberapa tumbuhan yang mampu membantu proses rehabilitasi dan juga baru-baru ini perusahaan tambang terbesar di Kalimantan Selatan tersebut juga telah berhasil membangun pusat pengolahan air limbah tambang menjadi air bersih yang diberi nama WTP T-300.


http://ads2.kompas.com/layer/adaro/index.php/news/read/192/CSR%20dan%20lingkungan

Tidak ada postingan.
Tidak ada postingan.